“Hasil kebudayaan Mesolithikum dan Paleolithikum”
ilustrasi : Pemakaian kapak genggam atau kapak perimbas.
Di
indonesia memiliki banyak kebudayaan dari zaman prasejarah hingga saat ini
karena kebudayaan yang sifatnya dinamis dikehidupan masyarakat. Membahas
mengenai kebudayaan tak lepas dari kebudayaan atau peninggalan-peninggalan
sejarah yang ada pada zaman permulaan kehidupan manusia sebelum mengenal
tulisan atau yang sering disebut sbagai zaman praaksara yang dikaitkan dengan
teori-teori terjadinya bumi. Zaman praaksara akan berakhir saat zaman sejarah
muncul yakni zaman dimana manusia sudah mengenal aksara atau tulisan. Akhir peradaban
zaman praaksara antara wilayah yang satu dengan yang lain sangatlah berbeda
seperti di Mesir sudah mengenal tulisan pada 4000 SM sedangkan di indonesia
ditemukanya yupa ditepi sungai mahakam pada abad ke-5 Masehi. pada akhir zaman
praaksara sangatlah mudah ditemukan adanya bukti-bukti sejarah. Tetapi,yang
membuat sulit untuk menemukan bukti-bukti sejarah pada zaman praaksara karena
pada zaman itu belum dikenal aksara atau tulisan sehingga bukti-bukti sejarah
hanya berwujud benda atau artefak-artefak yang dibantu dengan ilmu lain seperti
ilmu arkeologi, paleontologi dan lain-lain.
Zaman
praaksara dibedakan menjadi zaman Paleolithikum, Mesolithikum dan Neolithikum.
Namun ada yang menyebutkan juga bahwa terdapat zaman Megalithikum (zaman batu
besar) yang dimasukkan kedalam zaman praaksara. Hal ini benar dapat diperkuat
dengan jawaban bahwa zaman megalithikum merupakan suatu hasil kebudayaan yang
muncul pada zaman Neolithikum bukanlah suatu era atau zaman. Jika megalithikum
adalah kebudayaan batu besar maka pada zaman paleolithikum dan mesolithikum
juga memiliki hasil kebudayaan yang khas mulai dari cara mempertahankan hidup
dan alat-alat penunjang kehidupan mereka. Zaman paleolithikum adalah zaman batu
dimana manusia purba tingkat kehidupannya masih berburu dan meramu pada tingkat
awal dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti mengumpulkan makanan dari
alam (food gathering). Selain itu manusia zaman ini sudah mengenal api namun
hanya untuk melindungi diri dari serangan atau ancaman binatang buas dan hidup
digua atau tepi sungai mengikuti musim makanan (nomaden). Bukti kebudayaan
zaman paleolithikum yang menjadi ciri khas adalah ditemukanya kapak genggam di
wilayah Pacitan dan Ngandong. Di wilayah Pacitan ditemukan kapak perimbas atau
chopper yang pada bagian sisinya dipangkas hingga tajam dan bagian yang lain
dibiarkan begitu saja untuk genggaman. Kapak genggam ini masih diragukan asal
lapisannya karena saat ditemukan berada dipermukaan bumi. Selain itu juga
ditemukanya kapak genggam dan alat sederhana dari tulang dan tanduk di wilayah
Ngandong. Yang membuat unik adalah alat sederhana dari tulang yang ujungnya
seperti belati dan ujung tombak yang sisinya bergerigi. Alat ini digunakan
untuk mengambil ubi dari tanah dan menangkap ikan. Selain itu juga ditemukan
alat serpih yang disebut dengan flakes berupa alat kecil yang dibuat dari
batu-batu kecil yang berwarna-warni untuk menguliti hewan buruan atau berfungsi
seperti pisau.
Pada
zaman Mesolithikum juga menghasilkan kebudayaan, tetapi bukan berarti hasil
kebudayaan pada zaman Paleolithikum dilupakan dan hasil kebudayaan tersebut
masih digunakan. Hasil kebudayaan pada masa ini masih kasar dan dibagi menjadi
3 bagian yakni pebble culture, bone culture dan flake culture. Pada bagian
pebble culture terdapat 2 hasil kebudayaan berupa kjokkenmoddinger dan abris
sous roche. Keduanya berada ditepi pantai karena mereka sudah mulai tinggal
menetap dan mengatur masyarakatnya. Kjokkenmoddinger berupa tumpukan sampah
kerang atau biasa disebut sbagai sampah dapur sedangkan abris sous roche
merupakan gua batu karang untuk berlindung dari panas dan hujan. Kebudayaan
lain juga ditemukanya batu pipisan yang digunakan untuk menggiling makanan atau
menghaluskan cat dari batu merah. Zaman bone culture dibuktikan dengan adanya
tulang manusia sbagai bukti manusia yang hidup pada zaman itu dan manusia
pendukungnya. Selain itu juga ada alat sederhana dari tulang atau tanduk rusa
dan pada kebudayaan flake culture ditemukanya flake berupa ujung mata panah
bergerigi dan pebble.
Jebule wong jaman semono ki koyo koe 😂😁
BalasHapusBaru tahu yha ?:v
Hapus