Minggu, 25 Februari 2018

Hobi Dan Hati

Di sela kesibukan sehari-hari alias rutinitas, Anda perlu hobi untuk menyeimbangkan kesehatan raga dan jiwa pula. Lakukan 5 hobi ini akan menjaga kesehatan hati Anda.
Gambar terkait
1. Dance your heart out!
Ketika ada hobi yang dapat membuat Anda fit dan sehat, berdansa, joget, atau menari berada di top list. Menari bukan hanya sesuatu yang menyenangkan, tetapi juga memangkas lemak dan kolesterol yang biasanya menyakitkan, membuat Anda cenderung mengalami serangan jantung. Jangan khawatir bila Anda bukan seorang penari. Selama Anda menikmatinya, itu sudah cukup. Putar musik yang asik ketika Anda sedang berada di dapur atau berdiam diri di rumah dan bergoyanglah sedikit. Jika Anda tidak malu untuk menari, ikut dalam kelas menari adalah ide yang bagus.
2. Berenang
Jika Anda suka dengan air dan berenang, Anda sudah melakukan hal yang hebat untuk menjaga jantung Anda. Berenang melibatkan banyak latihan dan terutama meningkatkan kekuatan otot Anda. Ini akan bekerja pada sistem kardiovaskular dan memperbaiki oksigen yang masuk ke dalam tubuh tanpa harus merusak hati.
3. Memasak
Memasak selalu dapat menjadi terapis. Kebanyakan orang tidak suka bekerja keras di dapur untuk menyiapkan makanan. Tetapi bagi yang suka memasak, tak ada yang lebih baik daripadanya. Cobalah resep-resep baru dan cicipi pengalaman Anda di dapur dapat membuat Anda semangat, ini juga sangat membuat rileks. Dan yang paling penting adalah melihat orang yang Anda cintai menikmati masakan akan memberi kepuasan tersendiri bagi hati Anda.
4. Mendengarkan musik
Musik adalah suatu hal yang dapat dengan cepat membuat mood Anda berubah dan membuat nyaman. Mendengarkan melodi-melodi yang menggetarkan jiwa dapat mengurangi sebagian besar kecemasan dan tekanan darah Anda.
5. Traveling
Cara lain untuk bersantai adalah dengan traveling. Pergi dari himpitan asap rokok kehidupan kota akan membuat Anda lebih segar dan dapat mengendalikan stres. Bepergian ke pedesaan atau tempat-tempat yang pemandangannya indah dapat meremajakan tubuh dan jiwa Anda.

Fakta Menarik Tentang Gunung Prau, The Best Golden Sunrise Asia

gunung prau dieng
Ada 14 fakta tentang Gunung Prau yang patut Anda simak berikut ini:
#1. Sebagian besar dari ribuan pendaki di Gunung Prau hanya mencapai di camping ground, tidak sampai ke puncak tertinggi Gunung Prau
#2. Sebagian besar pendaki menulis ketinggian Gunung Prau dengan angka 2565 mdpl, padahal puncak tertingginya adalah 2590 mdpl
#3. Pada musim kemarau, saat suhu udara kawasan Gunung Prau mencapai titik terendah, Anda bisa menemukan kristal es yang menempelkan pada permukaan tanah di beberapa lokasi saat pagi hari.
#4. Pendaki Gunung Prau sebagian besar lebih sibuk mengambil foto Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dari pada mengambil foto ke arah Gunung Prau.
#5. Bila cuaca sedang cerah, ada lima gunung yang bisa dilihat langsung ketika menghadap arah timur, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu. Bila Anda sejenak melihat ke arah barat, terlihat Gunung Slamet.
#6. Sebagian besar pendaki Gunung Prau tidak menjumpai Bunga edelweiss di Gunung Prau.
#7. Apabila kita memutari menara yang ada di Gunung Prau, maka kita telah menginjakkan kaki di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, Batang, dan Temanggung.


#8. Di sekitar menara saat malam hari kadang terdengar suara-suara lirih. Itu adalah suara dari menara tersebut yang mudah terdengar saat malam hari dan tidak berangin.
#9. Gunung Prau secara berkala ditutup pada awal tahun untuk pemulihan ekosistem pada tanggal 5 Januari sampai 5 April. Hal inilah yang menyebabkan pendaki Gunung Prau membludak saat malam tahun baru.
#10. Gunung Prau merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola oleh PT Perhutani. Jadi para pendaki membeli tiket masuk ke kawasan hutan lindung bukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).
#11. Hingga saat ini, Juni 2016, sudah ada 8 Jalur pendakian untuk menuju puncak Gunung Prau. 6 di antaranya adalah jalur pendakian yang dibuka untuk umum. Sedangkan 2 lainnya adalah jalur yang masih dijaga ekosistemnya dengan tidak membukanya sebagai jalur pendakian umum.
#12. Bagi orang awam, ketika mendengar nama Gunung Prau masih menganggap bahwa Gunung Prau ini adalah Tangkuban Perahu. Sebagian lagi lebih sering menyebut dengan Gunung Dieng.
#13. Matahari terbenam di Gunung Prau hanya dinikmati oleh sebagian kecil pendaki Gunung Prau, kebanyakan pendaki naik malam hari hanya untuk menanti matahari terbit, kemudian turun saat siang hari.
#14. Gunung Prau pernah dijadikan tempat shooting oleh band Brother of Smoke, sebuah band lokal dari Wonosobo. Membawa gitar dan drum ke sekitaran area camping ground Gunung Prau.

Jalur Pendakian Gunung Merbabu


Gunung Merbabu terletak di kabupaten Magelang, Boyolali dan SalatigaJawa Tengah, banyak pendaki yang bilang jika Gunung Merbabu merupakan gunung terindah di Jawa Tengah, bukan tanpa alasan, Gunung Merbabu memang menawarkan pemandangan yang mempesona dan terbilang cukup komplit.
foto keindahan puncak gunung merbabu 
lautan awan dari puncak gunung merbabu
Jika kalian pernah mendaki di Gunung Merbabu, apalagi melalui jalur selo, pasti kalian akan memiliki pendapat yang sama, Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.142 mdpl, Gunung Merbabu juga tercatat pernah meletus tahun 1560 dan 1797.

 Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Di Gunung Merbabu sendiri terdapat beberapa jalur pendakian yang bisa kita gunakan, diantaranya :
Jalur Merbabu via Chuntel di Chuntel Magelang
Jalur Merbabu via Thekelan di Kopeng Salatiga
Jalur Merbabu via Selo di Selo Boyolali 
Jalur Merbabu via Gancik di Selo Boyolali
Jalur Merbabu via Wekas di Wekas Magelang
Jalur Merbabu via Suwanting di Suwanting Magelang

Nah, dari beberapa jalur diatas, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo merupakan jalur paling favorit bagi pendaki, setelah itu disusul oleh jalur via Suwanting di Magelang.

Bukan tanpa alasan kenapa banyak pendaki lebih memilih melalui jalur pendakian via Selo, Boyolali ketika mendaki Gunung Merbabu.

Selain treknya yang sedikit lebih mudah daripada jalur lainnya, pemandangan yang ditawarkan jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo memang sangat indah, mulai dari hutan homogen, hutan pinus, padang sabana, pemandangan gunung merapi yang sudah bisa dilihat dari pos 3, hingga kebun bunga edelweis sepanjang jalur hingga puncak.
Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu Puncak Syarif (3.119 mdpl) Puncak Kenteng Songo dan Puncak Trianggulasi (3.142 mdpl), bisa dibilang Gunung Merbabu memiliki ketinggian sudah diatas rata-rata.

Jadi jika kamu baru pertama kali mendaki, terutama di Gunung Merbabu ini disarankan untuk melalui jalur Selo saja, selain jalurnya yang lebih mudah, pemandangan sepanjang jalur juga sangat indah lho.

Gunung Merbabu sendiri walaupun termasuk gunung yang berapi, hal ini terlihat dengan adanya beberapa kawah yang masih menyemburkan asap belerang, seperti kawah Condrodimuko, Kombang, Kendang, Rebab, dan Sambernyowo yang bisa kita temui jika melalui jalur pendakian via Thekelan.
foto pemandangan gunung merbabu dari gunung andong 
view gunung merbabu dari gunung andong

Nah, bagi kamu yang ingin mendaki di Gunung Merbabu, dibawah ini merupakan info mengenai semua jalur pendakian resminya :

Jalur Merbabu via Suwanting :

Basecamp Suwanting – Pos 1 (kurang lebih 30 menit)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 2,5 jam)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 3 jam)
Pos 3 – Puncak Kenteng Songo (kurang lebih 1,5 jam)
Total : 7 Jam 30 menit (tergantung kecepatanmu berjalan)
keterangan :
  • biasanya para pendaki mendirikan tenda terakhir di pos 3 sebelum melakukan summit attack pukul setengah 4 pagi.
  • atau jika mau lebih dekat, bisa juga mendirikan tenda di sabana 3 namun cukup berbahaya karena tidak ada penghalang angin.
  • terdapat sumber mata air di jalur pendakian via Suwanting ini, jadi tidak perlu kawatir.
  • kita bisa melihat gunung merapi selama pendakian dan bisa melihat gunung andong ketika sampai di sabana.


Cara Menuju Basecamp Gunung Merbabu via Suwanting :

Nah, dari kota Semarang, Salatiga dan sekitarnya, kamu cukup mengikuti rute Kopeng-Ketep Pass saja, selama perjalanan kamu akan melewati beberapa jalur pendakian lainnya, sepetri jalur via Wekas, Thekelan dan Chuntel.

Setelah kamu sampai di pertigaan dimana jika kamu belok kekiri akan menuju Ketep Passdan apabila lurus menuju ke Kecamatan Candimulyo, Magelang, silahkan ambil arah menuju Ketep Pass (belok kiri).

Setelah sekitar 3 Km dari pertigaan tersebut kamu akan menemukan pertigaan lagi dengan gapura kecil disamping jalan (sebelah kiri) bertuliskan “Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting”, namun sayangnya tulisan di gapura kecil ini hanya terlihat jika kamu dari arah Ketep Pass, silahkan ikuti petunjuk tersebut hingga kamu sampai di Basecamp Suwanting.

Sebagai patokan, setelah kamu melewati gapura objek wisata Top Selfie yang berada di sebelah kanan jalan, beberapa kilometer lagi kamu akan menemui belokan kekanan, nah, gapura kecil bertuliskan "Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting" ini tepat setelah belokan tersebut dengan jalan berupa cor bukan aspal.
foto pemandangan merbabu via selo 
bunga di jalur pendakian gunung merbabu via selo

Jalur Merbabu via Selo :

Basecamp – Pos 1 (kurang lebih 1,5 jam)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 45 menit)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 2,5 jam)
Pos 3 – Sabana 1 (kurang lebih 1 jam)
Sabana 1 – Sabana 2 (kurang lebih 1 jam)
Sabana 2 – Puncak Kenteng Songo/Triangulasi (kurang lebih 1,5 jam)
Puncak Kenteng Songo – Puncak Syarif (kurang lebih 30 menit)
Total : kurang lebih 7-8 Jam (tergantung kecepatanmu berjalan)
keterangan :
  • biasanya para pendaki mendirikan tenda terakhir di sabana 2 sebelum summit.
  • atau jika kamu ingin lebih dekat, bisa juga mendirikan tenda di watu lumpang, hanya sekitar 15 menit dari sabana 2 namun resiko terkena badai lebih besar karena tidak ada penghalang.
  • di jalur selo tidak ada sumber air, jadi kamu harus membawa perbekalan air lebih banyak ya.
  • trek paling berat adalah pos 3 menuju sabana 1.
  • kita bisa melihat gunung merapi setelah sampai di Pos 3

Cara Menuju Basecamp Gunung Merbabu via Selo

Dari Semarang silahkan menuju ke Salatiga, sesampainya di bundaran Salatiga (Ramayana) kamu pilih arah ke Kopeng hingga bertemu lampu merah pertama, nah di lampu merah pertama ini apabila kamu belok kanan akan menuju Kopeng dan jika lurus akan menuju ke Boyolali, kamu lurus saja hingga memasuki Kabupaten Boyolali.

Setelah memasuki Kabupaten Boyolali, lurus saja ikuti jalan besar tersebut, setelah melewati beberapa Pom bensin, kamu akan menemukan Pos Ojek di kiri jalan dimana di depan Pos Ojek tersebut terdapat pertigaan (jalan aspal kecil), masuklah ke pertigaan itu dan ikuti jalan hingga sampai di Basecamp Selo, setelah masuk di pertigaan agar tidak tersesat kamu bisa bertanya ke warga sekitar, karena perjalanan masih sangat jauh dan tidak ada petunjuk.

Tansportasi Umum dari Magelang
Jika kamu menggunakan transportasi umum dari Magelang, kamu bisa mengikuti rute dibawah ini :
Naik bus jurusan Yogyakarta-Semarang turun di Blabak (sebelum kota Magelang)
Bus kecil jurusan Boyolali-Selo dan turun di Polsek Selo lalu silahkan menyewa mobil sayur untuk mengantarkanmu ke Basecamp karena lokasi Basecamp Selo masih jauh naik keatas.

Dari Semarang
Bus jurusan Semarang-Solo turun di terminal Boyolali (kota Boyolali) - naik bus ke Pasar Sapi Boyolali - naik bus kecil menuju Pasar Cepogo - bus kecil menuju Selo (turun di Polsek Selo) - naik mobil sayur menuju Basecamp.

Dari Jogja dan Solo
Bus jurusan Solo-Yogya turun di Kartasura
bus Solo-Semarang turun di terminal Boyolali
naik bus dari terminal Boyolali menuju Pasar Sapi
naik bus dari Pasar Sapi menuju Pasar Cepogo
naik bus lagi dari Pasar Cepogo menuju Selo (turun di Polsek Selo)
naik mobil sayur menuju Basecamp

Jalur Merbabu via Wekas :

Basecamp – Pos 2 (kurang lebih 3,5 jam)
Pos 2 – Persimpangan kedua (kurang lebih 4 jam)
Persimpangan – Puncak Syarif (kurang lebih 30 menit)
Puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo (kurang lebih 30 menit)
Total : 8 Jam 30 menit (tergantung kecepatanmu berjalan)
keterangan :
  • Pos 1 sudah tidak digunakan lagi.
  • pos 2 – persimpangan, disini kita akan bertemu dengan jalur thekelan dan chuntel
  • terdapat air terjun kecil yang bisa digunakan untuk mengisi perbekalan air.
  • biasanya para pendaki mendirikan tenda di persimpangan.
  • terdapat trek yang disebut “jalur setan”.

Cara Menuju Basecamp Gunung Merbabu via Wekas

Dari Semarang kamu tinggal menuju ke Salatiga saja, tepatnya kearah Kopeng, setelah melewati Kopeng ikuti saja jalan tersebut hingga masuk ke Kabupaten Magelang, nah setelah memasuki Kabupaten Magelang, ikuti jalan menuju ke Ketep Pass, Basecamp Wekas terletak di kiri jalan sebelum kamu sampai di pertigaan antara Ketep Pass dan arah menuju Kecamatan Candimulyo.

Jalur Merbabu via Chuntel :

Basecamp – Pos 1 (kurang lebih 1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 45 menit)
Pos 3 – Pos 4 (kurang lebih 1 jam)
Pos 4 – Pemancar (kurang lebih 1,5 jam)
Pemancar – Persimpangan (kurang lebih 1 jam)
Persimpangan – Puncak Syarif (kurang lebih20 menit)
Persimpangan – Puncak Kenteng Songo (kurang lebih 45 menit)
Puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo (kurang lebih 1 jam)
Total : 8-9 Jam (tergantung kecepatanmu berjalan)
keterangan :
  • terdapat sumber air di jalur pendakian via Chuntel.
  • kita juga akan bertemu persimpangan jalur lainnya, yaitu via wekas dan thekelan.
  • jalur tidak berbeda jauh dengan jalur pendakian via thekelan.
  • biasanya para pendaki mendirikan tenda di pos 4 dan persimpangan.

Cara Menuju Basecamp Gunung Merbabu via Chuntel

Untuk menuju ke Basecamp Chuntel sangatlah mudah, kamu tinggal menuju kearah Kopeng saja, nah Basecamp Chuntel sebelum tikungan menuju Kopeng (di kiri jalan, terdapat plang bertuliskan Basecamp Chuntel), jadi kamu tidak perlu kawatir terlewat, asal fokus saja mencari papan petunjuk tersebut.
foto indahnya sunrise puncak gunung merbabu 
sunrise puncak kenteng songo gunung merbabu

Jalur Merbabu via Thekelan :

Basecamp – Pos Pending (kurang lebih 1 jam)
Pos Pending – Pos 1 (kurang lebih 1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 1 jam)
Pos 3 – Pos 4 (kurang lebih 1 jam)
Pos 4 – Pos 5 (kurang lebih 1 jam)
Pos 5 – Puncak Syarif (kurang lebih 1 jam)
Puncak Syarif – Puncak Kenteng Songo (kurang lebih 1 jam)
Total : 8 Jam (tergantung kecepatanmu berjalan)
keterangan :
  • terdapat sumber mata air.
  • sebelum sampai di Puncak Kenteng Songo dan Trianggulasi kita harus melewati Puncak Syarif terlebih dahulu dengan jalur yang naik turun.
  • biasanya para pendaki mendirikan tenda di pos pemancar (pos 4).

Cara Menuju Basecamp Gunung Merbabu via Thekelan

Untuk menuju ke Basecamp Merbabu via Thekelan, kamu bisa mengikuti rute yang sama dengan cara menuju ke Basecamp Chuntel dan Wekas, lokasi Basecamp Thekelan berada di kiri jalan (jika kamu dari arah kota Salatiga) tepat sebelum objek wisata Kopeng (sebelah indomaret kiri jalan).


Jalur Merbabu via Gancik

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Gancik merupakan jalur baru dimana untuk sampai di lokasi jalur pendakian kamu hanya perlu menuju ke arah Basecamp Selo saja, tepat sebelum perempatan dimana jika kamu kekanan maka akan menuju ke Basecamp Selo dan jika lurus menuju Jalur Pendakian Gancik.

Jalur Gancik ini merupakan jalur baru yang akan menjadi satu dengan jalur Merbabu via Selo di Pos 3, hanya saja jika melalui Jalur Gancik bisa lebih menghemat waktu daripada Jalur Selo, namun treknya lebih berat.

Tips Mendaki Gunung Merbabu :

  • pilihlah hari yang tepat, yaitu saat cuaca cerah pada musim kemarau, biasanya pada bulan April-Desember.
  • jika terpaksa mendaki di musim hujan, jangan lupa membawa jas hujan dan sleeping bag.
  • jika melalui jalur selo, jangan lupa untuk membawa perbekalan air minum untuk mendaki dan saat turun karena tidak ada sumber mata air.
  • jangan buang sampah sembarangan, selalu bawa turun sampahmu.
  • jangan melakukan perbuatan vandalisme dengan mencoret coret apapun yang kamu temui.
  • jangan pernah memetik bunga edelweis.
  • jika naik musim kemarau, jangan lupa membawa masker karena akan ada banyak sekali debu.
  • bagi pemula sangat disarankan untuk melalui jalur Selo karena treknya yang lebih ringan.
  • jalur pendakian gunung merbabu, terutama via Selo memang memakan waktu yang cukup panjang, namun jalur lebih didominasi dengan dataran.
  • waktu terbaik untuk mendaki di Gunung Merbabu adalah saat siang hari pada jam sekitar 10:00-13:00 WIB.
foto sunrise di gunung merbabu 
sunrise di puncak gunung merbabu
Gunung Merbabu memang menawarkan paket lengkap bagi pendaki yang beruntung, mulai dari jalur datar, menanjak hingga cukup ekstrim, dibalik itu pemandangan yang ditawarkan juga sangat indah.

Dari puncak Gunung Merbabu ini kita bisa melihat gunung-gunung lainnya yang menjulang tinggi, seperti gunung kembar sumbing sindoro, prauandongtelomoyoungaranlawu dan tentunya gunung merapi yang berada di depan mata.

Selain itu padang sabana rumput di Gunung Merbabu juga tak kalah indah lho, ditambah dengan kebun bunga edelweis yang sangat banyak sekali akan menemani perjalanan kita hingga puncak, dan tak lupa juga hutan pinus yang tak kalah cantik, siapapun yang sudah pernah mendaki di Gunung Merbabu pasti ingin kembali lagi dan lagi.
untuk kamu yang ingin melihat keindahan Gunung Merbabu, bisa menonton video dibawah ini :


Nama: Gunung Merbabu
Ketinggian: 3.142 Mdpl (10.630 kaki)
Lokasi: Kabupaten Magelang (lereng barat), Kabupaten Semarang (lereng utara), Kabupaten Boyolali (lereng timur) , Kabupaten Salatiga (lereng Selatan), Jawa Tengah
Dikelola Oleh: Taman Nasional Gunung Merbabu
Website: http://merbabunationalpark.org
Email : info[at]merbabunationalpark.org
Flora: Pinus merkusii, Puspa, Akasia, Soro, Cemara gunung, Edelweis jawa
Fauna: elang jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, dan lain-lain.

Pantai Greweng Gunung Kidul, Tempat Piknik Dan Camping Asik Serasa Pantai Pribadi!

Kita tahu jika Kabupaten Gunung Kidul merupakan surganya pantai di Jogja, di Gunung Kidul terdapat banyak sekali pantai-pantai mulai dari yang sudah sangat terkenal seperti Pantai Indrayanti, Baron dan Kukup hingga pantai yang belum banyak diketahui orang.

pantai greweng
pasir putih pantai greweng. foto : @yeyesitompul

Nah, salah satu pantai yang belum banyak diketahui orang adalah Pantai Greweng, mungkin nama tersebut terdengar sangat asing di telingamu, karena memang Pantai Greweng masih kalah populer dengan pantai-pantai tetangganya.

Apa yang Menarik di Pantai Greweng Gunung Kidul ?

Pantai Greweng memiliki bentuk yang hampir mirip dengan Pantai Baron, yaitu diapit oleh dua bukit karst besar disebelahnya, hanya saja Pantai Greweng memiliki pasir putih, bukan pasir hitam layaknya di Pantai Baron.

pantai greweng gunung kidul
yuk main bola di pantai greweng. foto : @ridwanalfnd

Pantai Greweng merupakan pantai kecil dengan garis pantai yang tidak sampai 1 km, ombak di Pantai Grewengpun juga tidak terlalu besar, jadi sangat cocok untuk berenang. Pantai Greweng ini juga sering disebut dengan nama Pantai Pulutan.

Walaupun masih kalah populer dengan pantai lainnya, namun pemandangan yang ditawarkan objek wisata Jogja satu ini tak boleh kita remehkan.

Ditambah dengan suasananya yang terbilang cukup sepi menjadikan Pantai Greweng serasa pantai pribadi.

Tapi, untuk bisa sampai di bibir Pantai Greweng kita harus trekking melalui jalan setapak terlebih dahulu, jalur menuju pantai terbilang cukup ringan kok.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam sekitar Pantai Greweng yang terlihat masih alami.

Selain itu terdapat juga “Hutan Batu”, dinamakan hutan batu karena di area tersebut banyak ditemukan bebatuan dengan berbagai bentuk yang membuat pemandangan di kawasan tersebut nampak artistik.

Kita juga akan melewati sebuah goa kecil yang entah apa namanya, di sekitar Pantai Greweng juga terdapat sumber air tawar yang mengalir langsung menuju ke pantai, aliran air ini berada di perbukitan sebelah utara.

Biasanya wisatawan yang datang ke Pantai Greweng bertujuan untuk camping, dengan suasananya yang masih cukup sepi, terutama di hari biasa menjadikan Pantai Greweng sangat cocok untuk camping seru bersama teman teman.

Pantai Greweng bisa menjadi alternatif camping kalian di Jogja selain di Pantai Jungwok yang memang terletak tak jauh dari sana, hanya sebelah timur bukit Pantai Jungwok.



sungai di pantai greweng
aliran sungai di pantai greweng. foto : @diajeng_anya



Fasilitas :
Fasilitas di tempat wisata Pantai Greweng masih seadanya, tapi sudah terdapat beberapa warung makan.

Harga Tiket Masuk Pantai Greweng :
Hanya membayar retribusi di Pantai Wediombo dan membayar parkir.

Jam Buka :
24 jam

Akomodasi (Penginapan)
Belum terdapat penginapan di sekitar Pantai Greweng, sebagai gantinya kamu bisa camping (berkemah) di area pantai, selain lebih murah juga lebih seru karena kita bisa lebih dekat dengan alam.

Lokasi :

  • Alamat ; Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Jogja.
  • 74 Km dari pusat Kota Jogja dan Stasiun Lempuyangan melalui Jl. Nasional III (2 jam 9 menit)
  • 70 Km dari Bandara Adi Sucipto melalui Jl. Nasional III (1 jam 57 menit)
  • (perkiraan waktu tempuh jika tidak ada kendala)


Rute Menuju Pantai Greweng Lokasi Pantai Greweng sebenarnya tidak jauh dari Pantai Wediombo, jika kamu dari pusat kota Jogja kamu tinggal mengikuti rute menuju Pantai Wediombo saja.

Pertama ambil arah menuju Wonosari atau Gunung Kidul, dari kota Wonosari di lanjutkan menuju arah timur melewati Pasar Wonosari, setelah pasar tersebut akan terdapat Pertigaan, silahkan ambil kanan menuju Pantai Baron.

Setelah 10 km dari pertigaan tadi akan terdapat pertigaan lagi yang menunjukkan arah Pantai Wediombo dan Pantai Indrayanti, pilih yang menuju Pantai Wediombo.

Nah, ikuti saja petunjuk tersebut hingga sampai di Pasar Jepitu, sesampainya di Pasar Jepitu terdapat pertigaan lagi, silahkan ambil arah kanan hingga kamu sampai di tempat parkir Pantai Wediombo.

Dari tempat parkir Pantai Wediombo kita harus melanjutkan perjalanan menuju Pantai Greweng dengan berjalan kaki, jalur menuju Pantai Greweng searah dengan Pantai Jungwok, atau jika kamu tidak yakin bisa bertanya ke petugas dan masyarakat sekitar.

Dari tempat parkir kita masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit, nanti kita akan menemukan pertigaan kecil yang mengarah ke Pantai Jungwok.

Jika kamu ingin menuju ke Pantai Greweng, dari pertigaan tersebut kamu ambil kiri menuju arah Pantai Sedahan.


Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti rute dibawah ini :
Rute pertama :
Yogyakarta -
Piyungan -
Patuk -
Gading (lapangan terbang belok kiri menuju arah kota Wonosari) -
Siono lurus menuju kota Wonosari -
Ambil kanan menuju Jl. Baron -
Pertigaan mulo ambil kiri arah Tepus –
Tepus ambil kiri menuju arah Pantai Baron/Wediombo -
Ndakbong -
Purwodadi lurus saja -
Balong -
Pertigaan Jepitu (pasar Jepitu) -
Ambil kanan menuju arah Pantai Wediombo -
Setelah TPR sebelum sampai Wediombo ambil kiri menuju Pantai Jungwok -
Pantai Greweng.


Rute Kedua :
Yogyakarta -
Jl. Wonosari -
Piyungan -
Patuk -
Sambipitu -
Gading -
Wonosari -
Semanu -
Pasar Munggi -
Cuwelo -
Giri Panggung -
Cikal -
Ngawar-awar -
Pertigaan Balong ambil kiri (arah Jepitu) -
Pertigaan Jepitu (Pasar Jepitu) -
Ambil kanan menuju Pantai Wediombo -
Sebelum sampai Pantai Wediombo belok kiri menuju Pantai Jungwok -
Pantai Greweng.


camping di pantai greweng jogja
camping seru di pantai greweng. foto : verticaladv

Tips Berlibur ke Pantai Greweng Gunung Kidul :

  • Kapanpun merupakan waktu terbaik untuk berkunjung ke Pantai Greweng.
  • Jika kamu ingin kesini, disarankan untuk bersama teman-teman.
  • Lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor.
  • Sangat cocok sebagai lokasi camping di Jogja.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan mencoret-coret bebatuan di tebing ya.
  • Bawalah bekal untuk berjaga jaga jika warung di kawasan Pantai Greweng tidak buka.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outdoor karena kita harus trekking melalui jalan setapak menuju pantai.
  • Persiapkan fisik terlebih kamu dulu, karena kita akan trekking melewati ladang dan hutan terlebih dahulu sebelum sampai di lokasi Pantai Greweng.
  • Jika ingin camping, jangan lupa membawa peralatan sholat bagi yang muslim.
  • Kamu bisa parkir kendaraan di Pantai Wediombo atau langsung menuju Pantai Greweng, namun lebih disarankan untuk parkir di Pantai Wediombo agar lebih aman.

Wisata Terdekat Dari Pantai Greweng (-1 Jam):

Pantai Wediombo (3 menit)
Pantai Wediombo merupakan salah satu pantai terindah di Gunung Kidul, tak hanya itu saja, pantai ini juga terbilang cukup lengkap. Salah satu spot paling populer di Pantai Wediombo adalah laguna alaminya.

Pantai Jungwok (2 menit)
Pantai Jungwok merupakan pantai paling favorit bagi wisatawan yang ingin camping ceria di pantai, Pantai Jungwok memiliki pemandangan indah dengan suasana yang lebih sepi dari Pantai Wediombo.

Pantai Dadapan ( 2 menit)
Pantai Dadapan merupakan pantai yang terletak diantara perbatasan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dan Kabupaten Gunung Kidul, Jogja.

Pantai Dadapan tersamuk dalam Kabupaten Wonogiri, pantai ini terbilang kurang populer dan masih sangat sepi, jika kamu menyukai aktivitas petualangan ke tempat-tempat baru, maka cobalah berkunjung ke Pantai Dadapan ini.

CARA UPLOAD FILE DI BLOG SUPAYA BISA DI DOWNLOAD

Berikut adalah salah satu cara memasang (embed) dokumen berbentuk Word, Excel, PPT dan PDF pada blog atau website kita melalui google docs. Google docs merupakan media penyimpanan berbagai dokumen kita yang dapat dilihat secara langsung secara online tanpa mendownloadnya terlebih dahulu. Bagi anda yang baru pertama kali masuk ke google docs, maka anda harus setuju dengan peraturan yang di buat oleh google. Berikut adalah cara embed/ pasang dokumen google drive pada blog atau website.

Langkah 1 : Upload file ke google docs

1. Silahkan login ke http://docs.google.com dengan account gmail anda.


2. Klik tombol Open File Picker yang berada di sebelah kanan tengah layar monitor anda.


3. Klik tombol Upload, maka akan muncul tampilan menu Open a file .

4. Selanjutnya klik "Select a file from your computer" atau geser file yang ingin diupload ke layar komputer. File yang anda upload bisa berupa file pdf, word, excel, maupun power point.

5. Tunggu beberapa saat sampai file anda terupload semuanya (tergantung dari besarnya file serta kecepatan koneksi anda).
6. Jika sudah terupload, anda bisa mengeditnya jika mau, yaitu dengan mengeklik dokumen yang telah terupload pada menu My Drive.
7. Kemudian untuk membagikan pilih Bagikan atau Share

8. Maka muncul tampilan Sharing with others. Klik tombol "Get shareable link"

9. Sebelum Anda meng-Copy link to share, Anda bisa mengganti otoritas pembaca, yakni Anyonewith the link can edit, can comment atau can view (tergantung kebutuhan anda)
10. Selanjutnya copy link dan klik Done.
11. Untuk memudahkan buka notepad atau MS Word untuk memindah link:
Contoh link yang diperoleh sebagai berikut: 
https://docs.google.com/document/d/1pTkGr7x3T-WYOqxDVkiqB2ynlwhR3olHHFJtxnvIQ2I/edit?usp=sharing

Langkah 2 : Posting kode google docs ke blogger
1. Silahkan login ke blogger dengan ID anda.
2. Klik Entri Baru untuk membuat postingan baru.




3. Silahkan anda buat postingan yang anda inginkan.
4. Ketika anda mau menyisipkan kode yang dari google docs, ada dua cara yakni menggunakan tab HTML atau Compose.

5. Tulis kata "Download" pada postingan dan block. Selanjutnya klik menu link di menu bar.



6. Akan muncul tampilan Edit Link. Paste kode google docs yang ada di notepad tadi pada tempat yang anda inginkan. Klik Ok.
6. Klik Tombol PUBLIKASIKAN. Selanjutnya silahkan lihat hasilnya di blog anda.
7. Selesai.

Sabtu, 24 Februari 2018

P R A S E J A R A H



“Hasil kebudayaan Mesolithikum dan Paleolithikum”

 
 
ilustrasi : Pemakaian kapak genggam atau kapak perimbas.
Di indonesia memiliki banyak kebudayaan dari zaman prasejarah hingga saat ini karena kebudayaan yang sifatnya dinamis dikehidupan masyarakat. Membahas mengenai kebudayaan tak lepas dari kebudayaan atau peninggalan-peninggalan sejarah yang ada pada zaman permulaan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan atau yang sering disebut sbagai zaman praaksara yang dikaitkan dengan teori-teori terjadinya bumi. Zaman praaksara akan berakhir saat zaman sejarah muncul yakni zaman dimana manusia sudah mengenal aksara atau tulisan. Akhir peradaban zaman praaksara antara wilayah yang satu dengan yang lain sangatlah berbeda seperti di Mesir sudah mengenal tulisan pada 4000 SM sedangkan di indonesia ditemukanya yupa ditepi sungai mahakam pada abad ke-5 Masehi. pada akhir zaman praaksara sangatlah mudah ditemukan adanya bukti-bukti sejarah. Tetapi,yang membuat sulit untuk menemukan bukti-bukti sejarah pada zaman praaksara karena pada zaman itu belum dikenal aksara atau tulisan sehingga bukti-bukti sejarah hanya berwujud benda atau artefak-artefak yang dibantu dengan ilmu lain seperti ilmu arkeologi, paleontologi dan lain-lain.
Zaman praaksara dibedakan menjadi zaman Paleolithikum, Mesolithikum dan Neolithikum. Namun ada yang menyebutkan juga bahwa terdapat zaman Megalithikum (zaman batu besar) yang dimasukkan kedalam zaman praaksara. Hal ini benar dapat diperkuat dengan jawaban bahwa zaman megalithikum merupakan suatu hasil kebudayaan yang muncul pada zaman Neolithikum bukanlah suatu era atau zaman. Jika megalithikum adalah kebudayaan batu besar maka pada zaman paleolithikum dan mesolithikum juga memiliki hasil kebudayaan yang khas mulai dari cara mempertahankan hidup dan alat-alat penunjang kehidupan mereka. Zaman paleolithikum adalah zaman batu dimana manusia purba tingkat kehidupannya masih berburu dan meramu pada tingkat awal dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti mengumpulkan makanan dari alam (food gathering). Selain itu manusia zaman ini sudah mengenal api namun hanya untuk melindungi diri dari serangan atau ancaman binatang buas dan hidup digua atau tepi sungai mengikuti musim makanan (nomaden). Bukti kebudayaan zaman paleolithikum yang menjadi ciri khas adalah ditemukanya kapak genggam di wilayah Pacitan dan Ngandong. Di wilayah Pacitan ditemukan kapak perimbas atau chopper yang pada bagian sisinya dipangkas hingga tajam dan bagian yang lain dibiarkan begitu saja untuk genggaman. Kapak genggam ini masih diragukan asal lapisannya karena saat ditemukan berada dipermukaan bumi. Selain itu juga ditemukanya kapak genggam dan alat sederhana dari tulang dan tanduk di wilayah Ngandong. Yang membuat unik adalah alat sederhana dari tulang yang ujungnya seperti belati dan ujung tombak yang sisinya bergerigi. Alat ini digunakan untuk mengambil ubi dari tanah dan menangkap ikan. Selain itu juga ditemukan alat serpih yang disebut dengan flakes berupa alat kecil yang dibuat dari batu-batu kecil yang berwarna-warni untuk menguliti hewan buruan atau berfungsi seperti pisau.
Pada zaman Mesolithikum juga menghasilkan kebudayaan, tetapi bukan berarti hasil kebudayaan pada zaman Paleolithikum dilupakan dan hasil kebudayaan tersebut masih digunakan. Hasil kebudayaan pada masa ini masih kasar dan dibagi menjadi 3 bagian yakni pebble culture, bone culture dan flake culture. Pada bagian pebble culture terdapat 2 hasil kebudayaan berupa kjokkenmoddinger dan abris sous roche. Keduanya berada ditepi pantai karena mereka sudah mulai tinggal menetap dan mengatur masyarakatnya. Kjokkenmoddinger berupa tumpukan sampah kerang atau biasa disebut sbagai sampah dapur sedangkan abris sous roche merupakan gua batu karang untuk berlindung dari panas dan hujan. Kebudayaan lain juga ditemukanya batu pipisan yang digunakan untuk menggiling makanan atau menghaluskan cat dari batu merah. Zaman bone culture dibuktikan dengan adanya tulang manusia sbagai bukti manusia yang hidup pada zaman itu dan manusia pendukungnya. Selain itu juga ada alat sederhana dari tulang atau tanduk rusa dan pada kebudayaan flake culture ditemukanya flake berupa ujung mata panah bergerigi dan pebble.
 
Sumber : Noor, Yusliani dkk. 2015. Menyusuri jejak-jejak Masa Lalu Indonesia. Banjarmasin : Banjarmasin press. Diakses dari http://eprints.ulm.ac.id/1225/1/Pra%20Sejarah%20Indonesia.pdf  pada 19 Febuari 2018.

usaha penjualan alat tulis

Hay gaissss..  Saya menjual beberapa alat tulis. Mendekati ujian sekolah banyak siswa siswi yang mencari alat tulis untuk ujian....